Minggu, 22 April 2012

Marketing Plan PT. HM Sampoerna

Posted by novita_lukhita at 08.10
Reactions: 
  1. RINGKASAN EKSEKUTIF

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. ("Sampoerna") merupakan salah satu produsen rokok terkemuka di Indonesia. Memproduksi sejumlah merek rokok kretek yang dikenal luas, seperti Sampoerna Kretek (sebelumnya disebut Sampoerna A Hijau), A Mild, serta "Raja Kretek" yang legendaris Dji Sam Soe. Merupakan afiliasi dari PT Philip Morris Indonesia dan bagian dari Philip Morris International, produsen rokok terkemuka di dunia.

Misinya adalah menawarkan pengalaman merokok terbaik kepada perokok dewasa di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan senantiasa mencari tahu keinginan konsumen, dan memberikan produk yang dapat memenuhi harapan mereka. Sampoerna bangga atas reputasi yang diraih dalam hal kualitas, inovasi dan keunggulan.

Pada tahun 2010, Sampoerna memiliki pangsa pasar sebesar 29,1% di pasar rokok Indonesia, berdasarkan hasil AC Nielsen Retail Audit-Indonesia Expanded. Pada akhir 2010, jumlah karyawan Sampoerna dan anak perusahaan mencapai sekitar 27.600 orang. Sampoerna mengoperasikan enam pabrik rokok di Indonesia dan Sampoerna menjual dan mendistribusikan rokok melalui 59 kantor penjualan di seluruh Indonesia.

Sebagai salah satu produsen rokok terkemuka di Indonesia, Sampoerna bangga pada  tradisi dan filosofi yang menjadi dasar kesuksesan perusahaan yang didukung dengan merek-merek yang kuat serta karyawan-karyawan terbaik, sambil terus berinovasi untuk masa depan yang lebih gemilang.

Memiliki Market Driven Strategy yang secara garis besar adalah strategi yang diaplikasikan dengan cara memahami pasar, customers dan pesaing. Memahami pasar dapat diartikan bahwa produk yang diberikan harus sesuai apa yang diinginkan pasar tersebut. Memahami customer dapat diartikan selain membuat produk yang diinginkan pasar, sebagai businessman juga harus dapat memberikan nilai tambah (value) kepada customer, value yang diberikan harus lebih dari pengorbanan yang telah dilakukan. Setelah memahami pasar, memahami customer, juga harus memahami pesaing, value apa yang diberikan pesaing kepada customer, teknologi apa yang pesaing pakai dll.

  1. ANALISIS SITUASIONAL
  2. Analisis Internal

    PT HM Sampoerna Tbk. ("Sampoerna") dan afiliasinya memproduksi, memasarkan dan mendistribusikan rokok di Indonesia, yang meliputi sigaret kretek tangan, sigaret kretek mesin, dan rokok putih. Rokok kretek menguasai sekitar 92% pasar rokok di Indonesia. Di antara merek rokok kretek Sampoerna adalah Dji Sam Soe,  A mild, Sampoerna Kretek dan U Mild.  Berkat fokus dan investasi pada portofolio merek, pada tahun 2010*, empat merek Sampoerna menduduki posisi 10 merek dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia. Empat merek tersebut adalah A Mild, Dji Sam Soe, Marlboro dan Sampoerna Kretek.

    A Mild

    A Mild diluncurkan oleh Sampoerna pada tahun 1989. A Mild merupakan pionir produk rokok kategori LTLN (rendah tar rendah nikotin) di Indonesia. Saat ini, A Mild diproduksi di pabrik Karawang dan Sukorejo. Pada tahun 2010, A Mild mempertahankan posisi sebagai merek rokok dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia*.

    Dji Sam Soe

    Dji Sam Soe merupakan sigaret kretek tangan pertama yang diproduksi oleh Handel Maatstchapijj Liem Seeng Tee, yang di kemudian hari menjadi Sampoerna. Dji Sam Soe hingga saat ini diproduksi dengan tangan di fasilitas produksi Sampoerna di 3 pabrik di Surabaya dan 1 pabrik di Malang. Kemasannya juga tak pernah berubah selama hampir 100 tahun. Dji Sam Soe diposisikan sebagai kretek premium di Indonesia dan sampai saat ini tetap memimpin untuk segmen SKT*. Varian Dji Sam Soe meliputi Dji Sam Soe Filter dan Dji Sam Soe Magnum Filter yang merupakan sigaret kretek mesin. Dji Sam Soe Kretek dan Dji Sam Soe Super Premium merupakan sigaret kretek tangan.

    Sampoerna  Kretek

    Sampoerna Kretek adalah sigaret kretek tangan yang diproduksi pertama kali pada tahun 1968 di Denpasar, Bali, oleh Aga Sampoerna, kepala keluarga Sampoerna generasi kedua.


     

  3. Analisis Customer

    Pasar rokok kretek di Tanah Air menggiurkan karena memang besar. Penjualan rokoknya bisa mencapai 240 miliar batang per tahun, nomor tiga di dunia setelah Cina dan India. Penduduknya banyak, dan jumlah perokok pemula juga cenderung naik.
    Terlebih lagi Indonesia satu-satunya negara di Asia yang belum meratifikasi konvensi antitembakau.


     

  4. Analisis Lingkungan Eksternal
  • Persaingan

    Sejauh ini ada puluhan produsen rokok kretek di Indonesia. Tapi pasar rokok dikuasai lima produsen besar, yakni Sampoerna yang menguasai 29 persen pangsa pasar; setelah itu baru Gudang Garam 25 persen, Djarum 22 persen, Bentoel 7 persen, dan Nojorono menguasai sekitar 6,7 persen. Sisanya produsen lain.


 

  • Regulasi Pemerintah

    Prospek industri rokok sebenarnya cukup bagus. Hanya, ada tantangan berat, misalnya rencana larangan beriklan di televisi, kenaikan tarif cukai setiap tahun, penerapan pajak daerah 10-15 persen, pembatasan ruang untuk merokok, hingga tekanan publik dalam soal dampak rokok terhadap kesehatan. Pajak dan cukai memang menjadi momok utama bagi produsen rokok. Saat ini pemerintah menetapkan tarif pajak pertambahan nilai rokok 8,4 persen. Adapun tarif cukai spesifik Rp 40-290 per batang, bergantung pada harga jual eceran dan jenis produksinya (kretek tangan atau mesin). Tarif ini menggantikan sistem cukai gabungan advolarum (persentase dari harga jual eceran) dan spesifik. Dalam persentase, pada 2009, tarif cukai rokok spesifik rata-rata 42 persen, naik tujuh persen dibanding tahun lalu. Tarif cukai rokok cenderung akan terus naik setiap tahun., sesuai dengan road map industri rokok 2007-2020. Road map mengatur upaya pemerintah mengendalikan konsumsi rokok dengan memperhatikan penyerapan tenaga kerja, penerimaan negara, dan kesehatan. Produksi rokok di Tanah Air juga dibatasi sebanyak 260 miliar batang pada 2015. Bila produksi rokok maksimal itu terlewati, produsen akan kena tarif cukai rokok lebih tinggi. Pada 2020, tarif cukai rokok bisa tinggi lagi karena perlindungan kesehatan akan menjadi dasar penetapan cukai.


 


 

  1. Analisis SWOT

Internal Factor Analysis Summary (IFAS)

Strength

Faktor Internal

Bobot

Rating

Skor

Keterangan

  1. Kualitas Bahan Baku

0,14

4

0,56

Kualitas bahan baku rokok sampoerna sudah terpercaya, kualitas bahan baku menjadi andalan sampoerna untuk bersaing dengan empat perusahaan rokok besar Indonesia lainnya (Gudang garam, Djarum, Bentoel Prima dan Wismilak).

  1. Menguasai pangsa pasar

0,16

4

0,64

Produk-produk rokok sampoerna secara keseluruhan menguasai pangsa pasar rokok Indonesia dengan pangsa pasar 24,2 %.

  1. Kredibilitas Perusahaan

0,12

4

0,48

Perusahaan yang telah berdiri hampir mencapai seratus tahun pastinya memiliki kredibilitas perusahaan yang baik yang menjadi dasar terbentuknya trust 'kepercayaan' dari para stakeholder yang terbukti menjadi poin krusial dalam pengembangan suatu bisnis.

  1. Budaya Perusahaan

0,06

3

0.18

Budaya perusahaan dalam tubuh sampoerna sudah menjadi spirit d'corps sampoerna. Dalam kegiatan sehari-hari budaya perusahaan tersebut menjiwai seluruh aktifitas karyawan sehingga kinerja karyawan menjadi lebih efektif dan efisien.

  1. Nilai capital yang besar

0,08

3

0,24

Setelah Philip Morris menjadi pemilik dominan saham perusahaan. Sampoerna memiliki capital yang cukup besar dan jaminan tersedianya modal dibawah naungan perusahaan rokok raksasa dunia.

 

0,56

 

2,10

 


 

Weakness

Faktor Internal

Bobot

Rating

Skor

Keterangan

  1. Harga yang cukup mahal

0,16

4

0,64

Harga cukup mahal yang berasal dari biaya promosi yang besar dan bahan baku menjadi kelemahan Sampoerna yang sangat terlihat dimata competitor.

  1. Kurang diminatinya produk rokok kretek mild di Internasional

0,10

3

0,30

Para perokok luar negeri sudah terbiasa dengan rokok putih, kehadiran rokok kretek mild tidak bisa menggeser kedudukan rokok putih sebagai rokok no. 1 di luar negeri untuk saat ini.

  1. Kalahnya pangsa pasar SKM filtered dari para pesaing

0,08

3

0,24

Perbedaan harga membuat Dji Sam Soe filter tidak bisa menggeser kedudukan Gudang Garam Internasional dari peringkat pertama.

  1. Modal yang cukup besar untuk mengadakan event berkala

0,05

2

0,10

Pengalokasian yang dipakai sampoerna banyak dipakai untuk membuat suatu event, terlebih lagi event yang dibuat adalah event berkala (Java Jazz, Jak jazz, IBL, Proliga, COPA, Soundrenaline dan Amild live wanted) dengan jangka waktu setahun sekali.

  1. Lambatnya pertumbuhan rokok Avolution

0,05

2

0,10

Rokok Avolution yang seharus menjadi harapan agar dapat bersaing dengan rokok putih, tetapi yang terjadi pertumbuhan rokok tersebut sangat lambat, permintaan turun dan profit menurun, akhirnya malah memberikan kerugian dan memberikan dampak yang negatif.

 

0,44

 

1,38

 


 

External Factor Analysis Summary (EFAS)

Opportunity

Faktor Eksternal

Bobot

Rating

Skor

Keterangan

  1. Masuknya Philip Morris sebagai mitra bisnis

0,10

4

0,40

Masuknya Philip Morris yang notabenenya termasuk perusahaan rokok besar dunia, memudahkan Sampoerna untuk mengekspansi bisnisnya ke International melalui bantuan perusahaan Philip Morris.

  1. Trend pasar positif untuk rokok Low Tar Low Nicotine (LTLN) di Indonesia

0,16

4

0,64

Tingginya kesadaran kesehatan masyarakat dan gaya hidup yang menganggap rokok LTLN lebih keren memungkinkan perubahan trend pada industry rokok.

  1. Banyaknya spot yang terdapat pada event untuk mempromosikan produk baru

0,08

4

0,32

Banyaknya event yang diadakan sampoerna menjadi kesempatan bagi sampoerna untuk mempromosikan produk baru tanpa dipungut biaya advertising. Dengan banyaknya event, akan meningkatkan brand awareness yang dimiliki produk tersbut sehingga memudahkan produk itu dikenal dan diingat customer.

  1. Kemungkinan produk baru

0,06

2

0,12

Besarnya modal yang dimiliki sampoerna dan kerjasamanya dengan Philip Morris, memungkinkan Sampoerna untuk mengembangkan produk baru apabila ada pasar yang cocok.

  1. Beralihnya customer rokok competitor ke rokok LTLN Sampoerna

0,06

3

0,18

Besarnya kemungkinan pindah sangat tinggi karena tingginya kesadaran akan kesehatan dan rasa dari rokok sampoerna memiliki kemiripan dengan rokok SKM GG Internasional dan Djarum Super.

 

0,46

 

1,66

 


 

Threat

Faktor Internal

Bobot

Rating

Skor

Keterangan

  1. Regulasi dan perda mengenai anti-rokok

0,10

3

0,30

Perda ini memungkinkan penurunan jumlah perokok dan permintaan atas rokok yang terjadi disuatu daerah yang memiliki perda anti-rokok.

  1. Banyaknya kompetitor dari rokok jenis Mild

0,16

4

0,64

Dilihat dari trend positif rokok mild, banyak dari produsen rokok mulai merambah pangsa pasar rokok mild.

  • Gudang Garam: Surya Signature
  • Djarum lahir LA Light
  • Bentoel Prima: Starmild ,

bahkan produsen rokok kecil seperti

  • Nojorono Tobacco: Class Mild.
  1. Kemungkinan semakin bertambahnya competitor rokok jenis mild

0,08

3

0,24

Pangsa pasar rokok mild yang menjanjikan di masa depan memungkinkan munculnya pendatang baru dalam persaingan industry rokok mild.

  1. Tingginya pajak rokok

0,14

4

0,56

Tingginya pajak rokok membuat rendahnya daya beli masyarakat terhadap rokok sehingga terjadi penurunan permintaan rokok.

  1. Berkurangnya event yang disponsori perusahaan rokok

0,06

3

0,18

Berkurangnya event yang disponsori rokok merupakan impact dari mindset masyarakat yang mendukung anti-rokok dan ingin mengurangi promosi rokok yang terdapat pada event khususnya event anak muda.

 

0,54

 

1,92

 


 

Keterangan:

Bobot

0,00 – 0,04 = sangat tidak penting

0,04 – 0,08 = tidak penting

0,08 – 0,12 = penting

0,12 – 0,16 = sangat penting

Rating

4 = sangat berpengaruh

3 = berpengaruh

2 = tidak berpengaruh

1 = sangat tidak berpengaruh


 

kategori

Analisis Faktor

Skor

Persentase

Skor Bobot

Persentase

IFAS

Strenght

2,10

60%

3,48

49%

Weakness

1,38

40%

EFAS

Opportunity

1,66

46%

3,58

51%

Threat

1,92

54%

    

7,06

100%


 

INTERNAL

EKSTERNAL

KOMPETITIF

S > W

T > O

2,10 > 1,38

1,92 >1,66


 

THE MATRIX SPACE


SWOT MATRIX

    
 

IFAS


 


 


 


 

EFAS

STRENGTH (S)

  1. Kualitas Bahan Baku
  2. Menguasai pangsa pasar
  3. Kredibilitas perusahaan
  4. Budaya Perusahaan
  5. Nilai capital yang besar

WEAKNESS (W)

  1. Harga yang cukup mahal
  2. Kurang diminatinya produk rokok kretek mild di Internasional
  3. Kalahnya pangsa pasar SKM filtered dari para pesaing
  4. Modal yang cukup besar untuk mengadakan event berkala
  5. Lambatnya pertumbuhan rokok Avolution

OPPRTUNITY (O)

  1. Masuknya Philip Morris sebagai mitra bisnis
  2. Trend pasar positif untuk rokok LTLN di Indonesia
  3. Banyaknya spot yang terdapat pada event untuk mempromosikan produk baru
  4. Kemungkinan lahirnya produk baru
  5. Beralihnya customer competitor ke rokok (LTLN) Sampoerna

SO Strategy

(S1,O4) Inovasi terbaru produk untuk target mancanegara
(S4,O1) Berusaha untuk mencari investor
(S5,03) Promosi besar-besaran untuk menigkatkan brand awareness dan ekspansi bisnis.
(S3,05) melakukan strategi merebut customer
(S2, O2)Tetap mempertahankan pangsa pasar mild yang sedang trend saat ini

OW Strategy

(W5,O1) Atur strategi untuk mempromosikan Avolution di luar negeri melalui bantuan perusahaan Philip Morris
(W3,O2) Lebih memfokuskan strategi untuk mempertahankan mild sebagai tren saat ini
(W2,O4) Buat Inovasi terbaru untuk membuat rokok putih.
(W1,O5) Tekankan Finest Quality kepada customer melalui media promosi.
(W4,O3) Pada event yang berskala besar adakan prmosi besar-besaran untuk
meningkatkan awareness customer.

THREAT (T)

  1. Regulasi dan perda mengenai anti-rokok
  2. Kompetitor dari rokok jenis Mild
  3. Kemungkinan semakin bertambahnya competitor rokok jenis mild
  4. Tingginya pajak rokok
  5. Berkurangnya event yang disponsori oleh industri rokok

SO Strategy

(S5,T1) Ikut dalam kampanye anti-rokok untuk meningkatkan awareness
(S2,T3) Kendalikan pangsa pasar dengan menurunkan harga mild.
(S3,T5) Berusaha untuk mendapatkan sponsor melalui syarat tertentu
(S5,T4) adakan riset untuk mencari bahan baku yang lebih murah.
(S1,T2) Pertahankan customer dan bangun persepsi di customer bahwa sampoerna The
Finest Quality

WT Strategy

(w2,T4) Kurangi penawaran mild untuk luar negeri karena bea cukai yg mahal, tingkatkan penawaran dalam negeri.
(W3, T2)Melakukan penetrasi pasar untuk produk SKM filter
(W1,T1) Membuat Strategi CSR untuk menghadapi perda rokok.
(T4, W5) Buat citra Avolution lebih exclusive lalu ekspor keluar negeri.
(W4,T5) Manfaatkan event berkala sampoerna untuk promosi produk.


 


 

1 comments:

rakit.blogspot.com on 24 April 2013 13.29 mengatakan...

Kami berencana mengadakan sebuah event festival musik dan kami brharap pt. Sampoerna bersediah mensponsori acra tersebut... mohon bantuannya krna kami tau event event sebelumnya yang di sponsori semuanya berakhir dengan kesuksesan yg diharapkan..

Poskan Komentar

 

GORESAN TANPA TINTA Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos